Pendampingan Literasi Digital: Mahasiswa Sastra Indonesia Undip Edukasi Remaja Desa Plumbon Cegah Hoax Kesehatan Reproduksi
Desa Plumbon, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah – Kemajuan teknologi di era digitalisasi saat ini sangat memberikan dampak yang signifikan, terkhusus dalam hal penyebar luasan informasi melalui berbagai platform media sosial. Tetapi, sayangnya tidak semua informasi yang beredar tersebut mengandung muatan yang benar dan dapat dipercaya.
Terutama informasi mengenai isu-isu sensitif terkait kesehatan reproduksi manusia, yang kerap kali masih dipandang sebagai hal tabu di kalangan masyarakat. Pandangan tersebut yang membuat penyebaran informasi yang simpang siur atau hoax merajalela di berbagai platform media sosial, dampaknya akan berakibat buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan reproduksi.
Informasi mengenai kesehatan reproduksi penting untuk diketahui dengan baik dan tepat, terutama pada kalangan remaja awal karena masa remaja merupakan waktu terbaik untuk dapat membangun kebiasaan yang baik, terutama dalam menjaga kebersihan organ reproduksi sebagai aset dalam jangka waktu yang panjang seumur hidup mereka.
Menyadari betapa pentingnya literasi digital bagi remaja dalam rangka mencegah penyebaran informasi yang keliru mengenai kesehatan reproduksi, mahasiswa Universitas Diponegoro program studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya yaitu Aziizah Azhaar, melalui rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berangkat untuk berinisiatif mengadakan program kerja pengabdian “Pendampingan dan Pelatihan Literasi Digital dalam Bermedia Sosial yang Sehat dan Aman untuk Mencegah Hoax Terkait Kesehatan Reproduksi” bagi para remaja di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.
Pelaksanaan program kerja pengabdian tersebut berlangsung pada hari Minggu (28/07/2024) yang lalu bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Posyandu Remaja bulanan Desa Plumbon bertempat di Pendopo Balai Desa Plumbon. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk bidan desa, pemerintah desa, serta anggota posyandu remaja bulanan Desa Plumbon.
Adapun rangkaian kegiatan pendampingan mengenai praktik literasi digital terdiri dari beberapa rangkaian, diantaranya yaitu:
- Sosialisasi Tentang Hoax dan Dampaknya
Para remaja di Desa Plumbon diberikan pemahaman bagaimana cara mengenali pola hoax dimedia sosial serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan dalam konteks kesehatan reproduksi, berupa pembagian selembaran panduan berliterasi digital sebagai luaran program kerja.
- Praktik Pengecekan Fakta
Para remaja kemudian diajarkan cara untuk dapat memverifikasi informasi mengenai kesehatan reproduksi yang mereka terima melalui media sosial, bagaimana memanfaatkan berbagai alat pengecekan fakta yang tersedia secara online serta teknik-teknik apa saja untuk dapat menilai kredibilitas suatu sumber informasi.
- Diskusi dan Sharing Session
Pada sesi ini, para remaja yang ada di Desa Plumbon didorong untuk berbagai pengalaman mereka terkait penggunaan media sosial dan bagaimana mereka menyikapi informasi yang beredar tersebut. Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para remaja akan pentingnya berpikir kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi di berbagai platform media sosial terkhusus yang menyangkut hal-hal penting dalam konteks kesehatan reproduksi mereka.
Program kerja pendampingan mengenai praktik literasi digital mendapatkan respon yang positif dari kalangan masyarakat Desa Plumbon, terutama bagi para remaja yang menjadi peserta. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menggunakan platform media sosial dan berhati-hati menyikapi berbagai informasi yang mereka terima.
“Saya selaku ketua Posyandu Remaja Desa Plumbon merasa terbantu dengan adanya program kerja pengabdian Tim II KKN Undip mengenai pendampingan dan pelatihan praktik literasi digital bagi para remaja di desa ini, pengelolaan informasi dalam platform media sosial terkait kesehatan reproduksi merupakan hal penting yang kadang tidak disadari sehingga kerap kali masih terdapat kekeliruan pengetahuan di masyarakat,” tutur Rivi Ayu.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan media sosial yang lebih sehat dan aman, atas tumbuhnya kesadaran kolektif di kalangan masyarakat khususnya bagi para remaja di Desa Plumbon untuk bersama-sama melawan hoax dan menjaga kesehatan reproduksi demi kesejahteraan.
Dengan berlangsungnya pendampingan mengenai pelatihan praktik literasi digital ini, mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda yang lebih bijak dalam bermedia sosial. Langkah kecil ini diharapkan dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang, terutama sebagai salah satu upaya pencegahan hoax terkait kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
Penulis: Aziizah Azhar/Sastra Indonesia/Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Dosen Pembimbing:
- Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D
- Muhamad Azhar, SH. LLM
- Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum