Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pertolongan Pertama pada Ibu Hamil yang Mengalami Komplikasi
Desa Plumbon, Sukoharjo (24/07/2024) – Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mengadakan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Salah satu program kerja tersebut adalah Pelatihan Kader Kesehatan tentang Teknik Pertolongan Pertama pada Ibu Hamil yang Mengalami Komplikasi, yang diinisiasi oleh Berliana Cipta Rizka Annisa, anggota Tim KKN II UNDIP.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di desa tersebut. Berliana menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang mengalami komplikasi. Selain itu, peserta juga diajarkan teknik-teknik praktis pertolongan pertama yang dapat dilakukan sebelum merujuk pasien ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
"Salah satu tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan, sehingga mereka bisa melakukan tindakan awal yang tepat saat menghadapi ibu hamil dengan komplikasi. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan kematian ibu dapat dicegah," ujar Berliana.
Dalam pelatihan tersebut para kader kesehatan dibekali informasi mengenai berbagai jenis komplikasi kehamilan seperti perdarahan, preeklamsia, dan kejang. Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan cara menangani keadaan darurat tersebut, termasuk bagaimana melakukan rujukan cepat ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Keterlibatan kader kesehatan dalam proses rujukan sangat penting, karena merekalah yang pertama kali berinteraksi dengan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa segera mengambil langkah yang tepat untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi," tambahnya.
Pelatihan ini mendapat respon positif dari para peserta yang merasa mendapatkan ilmu baru yang sangat berguna dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari. "Kami merasa lebih siap dan percaya diri dalam menangani kasus-kasus darurat pada ibu hamil setelah mengikuti pelatihan ini," ungkap Farida (48), salah satu kader kesehatan yang mengikuti pelatihan.
Melalui program ini, Berliana berharap bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Desa Plumbon dapat terus meningkat, khususnya dalam hal penanganan ibu hamil yang mengalami komplikasi. Program ini juga menjadi contoh bagaimana kegiatan KKN dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah.
Pada penutup para kader berkesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kasus-kasus yang pernah mereka hadapi di lapangan. Selanjutnya dilakukan penyerahan media booklet kepada bidan desa sebagai output program kerja tersebut.
Kedepannya, disarankan untuk mengadakan pelatihan lanjutan serta melakukan monitoring berkala untuk memastikan bahwa kader kesehatan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam situasi nyata.
Dengan pelatihan ini, Desa Plumbon diharapkan dapat menjadi desa yang lebih tanggap dalam menghadapi keadaan darurat terkait kehamilan, serta mampu mencegah kematian ibu hamil di daerah tersebut.
Penulis: Berliana Cipta Rizka Annisa/Kedokteran/Fakultas Kedokteran (FK)
Dosen Pembimbing:
- Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D
- Muhamad Azhar, SH. LLM
- Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum