Mahasiswa Universitas Diponegoro Dorong Peningkatan Produktivitas Perikanan Di Desa Plumbon dengan Teknologi MOL

Sukoharjo, 14 Agustus 2024 — Dalam upaya memberdayakan masyarakat lokal, mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan sebuah program inovatif di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Salah satu anggota tim KKN, Adinda Putri Azzura, memimpin inisiatif pemberdayaan yang berfokus pada pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas perikanan desa.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat Desa Plumbon dalam budidaya ikan, yang memerlukan perhatian khusus pada tiga aspek utama, yaitu ikan, media budidaya, dan pengendalian penyakit. Program ini menargetkan Kelompok Wanita Tani (KWT) "Ngudi Rejeki", yang berkomitmen untuk memajukan sektor perikanan desa mereka.

MOL merupakan hasil fermentasi dari bahan limbah organik, baik sayuran maupun hewan, yang berfungsi sebagai probiotik alami dalam perikanan. Proses pembuatan MOL melibatkan beberapa tahap penting, seperti pembuatan sistem wadah fermentasi, pengumpulan limbah sayuran, pembuatan larutan gula merah sebagai molase, pengumpulan air cucian beras, dan fermentasi selama dua minggu. MOL yang telah jadi dapat digunakan baik dalam pencampuran pakan ikan untuk meningkatkan pencernaan dan kekuatan imun ikan, maupun pada media budidaya (air) untuk menjaga kualitasnya.

Menurut Ibu Suparti, selaku penasehat KWT "Ngudi Rejeki", program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat desa. “Kami sangat menyambut baik adanya pelatihan ini. Pengetahuan tentang MOL yang dibagikan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro sangat relevan dengan kebutuhan kami. Ini adalah langkah awal yang baik untuk meningkatkan produktivitas perikanan kami,” ujar Ibu Suparti dengan penuh antusias.

Sementara itu, Ibu Dwi Kristina, ketua KWT "Ngudi Rejeki", menambahkan, “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, anggota kelompok kami dapat lebih memahami dan mengaplikasikan teknik-teknik baru dalam budidaya ikan. Ini akan sangat membantu dalam meningkatkan hasil panen dan secara langsung berdampak pada kesejahteraan ekonomi keluarga kami.”

Adinda, pelaksana program kerja tersebut, juga mengungkapkan harapannya. “Saya berharap bahwa dengan pelatihan ini, Desa Plumbon dapat mengalami peningkatan yang signifikan dalam budidaya ikan. Dengan menggunakan MOL, kami ingin membantu masyarakat desa tidak hanya dalam meningkatkan hasil produksi ikan tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Semoga ini dapat menjadi awal dari perubahan positif dan berkelanjutan di Desa Plumbon.”

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga menginspirasi masyarakat Desa Plumbon untuk mengadopsi metode budidaya yang lebih ramah lingkungan dan produktif, dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi desa.

 

Penulis: Adinda Putri Azzura / Akuakultur / Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

 

Dosen Pembimbing:

  1. Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D.
  2. Muhamad Azhar, S.H., LL.M.
  3. Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum.