Mahasiswa UNDIP Laksanakan Workshop Pembuatan Alat Cek Kesuburan Tanah di Desa Plumbon

Diponegoro (UNDIP) di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, kembali menghadirkan inovasi menarik bagi masyarakat setempat. Salah satu program unggulan yang diselenggarakan adalah workshop pembuatan alat cek kesuburan tanah secara sederhana dan efisien. Program ini merupakan gagasan dari Sadam Fajri Muharam, anggota tim KKN UNDIP, yang bertujuan memberdayakan kelompok wanita tani dan karang taruna di desa tersebut.

Workshop ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya kesuburan tanah dalam pertanian dan perkebunan, tetapi juga untuk mengajarkan cara membuat alat sederhana yang dapat digunakan sebagai indikator kesuburan tanah. Alat ini dibuat menggunakan bahan dan alat yang mudah ditemukan di sekitar, sehingga dapat diaplikasikan oleh masyarakat dengan biaya yang terjangkau.

Proses pembuatan alat cek kesuburan tanah ini melibatkan penggunaan tiga pipa dengan ukuran masing-masing 10 cm, 15 cm, dan 20 cm, kabel hitam dan merah, bohlam 100 watt, dua steker, dan fitting lampu. Dalam pelatihan, para peserta diajarkan untuk memasang dua steker pada alat tersebut; satu steker ditancapkan ke tanah yang akan diperiksa, sementara steker lainnya dihubungkan ke sumber listrik. Jika bohlam pada alat menyala, ini menandakan bahwa tanah tersebut subur dan baik digunakan sebagai media tanam.

Sadam Fajri Muharam, penggagas program ini, menjelaskan bahwa alat sederhana ini sangat membantu kelompok wanita tani dalam menentukan kualitas tanah mereka tanpa harus menggunakan metode yang rumit atau mahal. “Dengan alat ini, masyarakat khususnya kelompok wanita tani bisa dengan mudah mengetahui apakah tanah mereka subur atau tidak. Hal ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan dalam bertani maupun berkebun,” ungkap Sadam.

Peserta workshop, yang terdiri dari anggota kelompok wanita tani dan karang taruna, terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka berharap dengan adanya alat ini, proses bertani dan berkebun di Desa Plumbon dapat lebih efisien dan menghasilkan panen yang lebih baik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam meningkatkan hasil pertanian. dan perkebunan dengan mengetahui kesuburan tanah, kami bisa lebih tepat dalam memilih lahan yang akan ditanami,” ujar salah satu peserta workshop dari kelompok wanita tani.

Program kerja KKN UNDIP di Desa Plumbon ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah tersebut, serta menginspirasi masyarakat untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen mahasiswa UNDIP dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif dan mudah diakses.

Penulis: Sadam Fajri Muharram / Rekayasa Perancangan Mekanik / Sekolah Vokasi

Dosen Pembimbing:

  1. Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D
  2. Muhamad Azhar, SH. LLM
  3. Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum