Mahasiswa KKN Undip Melakukan "Aksi Cepat Tangkal Bahaya: Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di Lingkungan Sekolah"
Desa Plumbon, Sukoharjo (27/07/2024) – Kecelakaan merupakan suatu hal yang tidak diinginkan semua orang untuk terjadi, namun juga dapat terjadi secara tidak terduga kapanpun dan dimanapun itu, termasuk di lingkungan sekolah. Jika kejadian yang tidak diinginkan terjadi di lingkup sekolah, setidaknya seluruh staf sekolah harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam melakukan pertolongan pertama, sehingga dapat memberikan pertolongan sementara kepada orang yang mengalami cedera secara mendadak dengan membantu korban meringankan rasa sakit dan mencegah timbulnya cedera atau luka yang lebih parah.
Di tengah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang berlangsung di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, mahasiswa Universitas Diponegoro aktif memberikan kontribusi melalui berbagai program. Salah satu program unggulan yang dilaksanakan adalah Edukasi dan Pelatihan Pertolongan Pertama (P3K) kepada Staf SD Negeri Plumbon 1, yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa Tim II KKN Undip, yaitu Jinan Kautsar Syifa Sulaksono, yang berasal dari program studi Kesehatan Masyarakat (FKM).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan staf sekolah dalam menangani kondisi gawat darurat di lingkungan sekolah. Mengingat SD Negeri 1 Plumbon tidak memiliki dokter di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pelatihan ini menjadi sangat krusial. Tanpa adanya tenaga medis tetap di sekolah, staf sekolah seperti guru dan pegawai lainnya harus memiliki keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Edukasi ini mencakup berbagai teknik dan pengetahuan penting mengenai pertolongan pertama, seperti cara menangani pingsan, mimisan, cedera akibat terjatuh, gigitan serangga, serta cedera ringan seperti terkilir. Pelatihan ini bertujuan agar staf sekolah dapat memberikan pertolongan sementara yang efektif dan tepat kepada siswa atau siapa saja yang mengalami kecelakaan di sekolah, sehingga dapat meringankan rasa sakit dan mencegah cedera yang lebih serius.
Dalam sesi pelatihan, Jinan Kautsar menjelaskan bahwa pemahaman dan keterampilan dalam pertolongan pertama sangat penting untuk dimiliki oleh semua anggota staf sekolah. "Di lingkungan sekolah, kejadian yang tidak terduga seperti kecelakaan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, staf sekolah harus siap dan mampu memberikan pertolongan pertama dengan baik," ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan staf sekolah, tetapi juga memberikan rasa aman bagi siswa dan seluruh komunitas sekolah. Dengan adanya pengetahuan ini, diharapkan setiap kejadian darurat dapat ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga dapat mengurangi risiko dan dampak buruk dari kecelakaan.
Program ini mendapat apresiasi dari Dosen Pembimbing dan pihak sekolah yang menyadari pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Kepala SD Negeri 1 Plumbon menyampaikan terima kasih kepada tim KKN Universitas Diponegoro atas pelatihan yang diberikan, yang dianggap sebagai langkah positif untuk meningkatkan keselamatan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Diponegoro tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan keterampilan praktis di komunitas, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mereka dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Jinan Kautsar Syifa Sulaksono/Kesehatan Masyarakat/Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
Dosen Pembimbing:
- Farid Agushybana, S.KM., DEA., Ph.D
- Muhamad Azhar, SH. LLM
- Maharani Patria Ratna, S.S., M.Hum